Pengertian Etika Komunikasi, Jenis, dan Aliran Etika

Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kesehariannya selalu berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Hal tersebut menjadi suatu hal mendasar bagi kehidupan manusia. Apalagi budaya Indonesia yang sangat menjunjung tinggi tata krama dan juga sopan santun kepada orang lain. Jadi, sudah sepantasnya kita memilki etika dalam menjalin komunikasi dengan orang lain. Dengan menerapkan etika inilah, kepribadian seseorang dapat terlihat.

Etika adalah salah satu cabang dari ilmu filsafat yang fokus pada nilai-nilai dan moral terhadap hal-hal yang baik dan buruk, dimana hal tersebut menjadi standar dalam suatu kelompok masyarakat. Kata etika berassal dari bahasa Yunani, yakni ethikos yang artinya timbul dari sebuah kebiasaan. Ada banyak sekali pengertian etika komunikasi yang bisa kita pelajari saat ini. Bahkan sudah banyak pemikiran-pemikiran para ahli mengenai arti dari etika ini.

pengertian etika komunikasi

Pengertian Etika Komunikasi

Meskipun kata etika sudah sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari, namun tentu etika memiliki pengertian tersendiri jika dilihat sebagai cabang keilmuan. Berikut ini adalah beberapa pengertian etika yang dikemukakan oleh para ahli.

  1. Menurut Franz Magnis Suseno, etika adalah suatu ilmu yang digunakan untuk mencari orientasi atau memberikan arah serta pijakan bagi manusia dalam menentukan tindakannya.
  2. Menurut James Spillane, etika merupakan suatu pertimbangan yang memperhatikan tingkah laku manusia ketika mengambil keputusan, dimana keputusan tersebut berhubungan dengan moral yang mengarah pada akal budi manusia.
  3. Menurut Ludigdo dan Maryani, etika adalah seperangkat norma, pedoman, atau aturan yang digunakan untuk mengatur perilaku manusia dan dianut oleh suatu kelompok masyarakat.

Jenis-Jenis Etika

Secara umum, terdapat dua jenis etika yang bisa kita pelajari, yaitu etika umum dan juga etika khusus. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kedua jenis etika tersebut.

  1. Etika Umum

Etika umum yaitu etika yang membahas tentang kondisi dasar dan juga tindakan umum manusia. Standar dari etika umum ini adalah manusia dapat berindak etis dan nantinya akan menjadi acuan dalam berperilaku. Etika umum juga digunakan sebagai patokan dalam menilai suatu hal baik atau buruk. Terdapat berbagai standar di dalam masyarakat yang termasuk ke dalam etika umum, seperti norma masyarakat, adat istiadat, dan juga norma agama.

  1. Etika Khusus

Jenis etika ini berkebalikan dengan etika umum. Etika khusus melingkupi prinsip-prinsip yang menjadi patokan dalam bidang tertentu. Biasanya etika khusus berkaitan dengan profesi ataupun peran tertentu di lingkungan masyarakat. Contohnya adalah etika khusus profesi jurnali, etika khusus bagi pelajar, dan lain sebagainya. Ada dua kategori etika khusus yang wajib Anda ketahui, yaitu.

  1. Etika individual yang mencakup acuan dan standar sikap seseorang terhadap dirinya sendiri. Contoh bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri dengan cara tidak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.
  2. Etika sosial yang mencakup acuan dan standar sikap seseorang terhadap orang lain, publik, dan juga lingkungannya sebagai bagian dari masyarakat sosial. Contohnya adalah ketika seseorang memahami cara untuk bersikap terhadap orang lain.

Aliran Etika

Selain terbagi menjadi dua jenis, etika juga memiliki empat aliran yang bisa dibedakan berdasarkan pengertiannya. Di bawah ini adalah penjelasan tentang empat aliran etika.

  1. Deontologis

Aliran etika deontologis merupakan etika yang menganggap bahwa nilai dalam sebuah tindakan tidak hanya dilihat dari tujuan yang ingin dicapai, tetapi juga dilihat dari niat baik seseorang dalam melakukan tindakan tersebut.

  1. Teologis

Aliran etika teologis adalah etika yang fokus pada tujuan dari sebuah tindakan. Maksud dari aliran etika ini adalah meskipun sudah ada niat baik dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan, hal tersebut tetap harus dibarengi dengan tujuan yang baik.

  1. Egoisme

Aliran etika egoisme menyatakan bahwa manusia mempunyai kecenderungan mempertahankan diri pada hal-hal yang memberi keuntungan bagi dirinya sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain. Egoisme lebih mengedepankan kepentingan pribadi, dibandingkan dengan kepentingan orang lain.

  1. Utilitarisme

Aliran etika utilitarisme merupakan sebuah tindakan seseorang dengan tujuan memberikan manfaat pada orang lain. Baik itu orang-orang di sekitarnya maupun dalam cakupan masyarakat yang lebih luas.

Etika dalam Berkomunikasi

Setelah Anda mengetahui pengertian etika komunikasi, maka hal selanjutnya yang harus Anda kuasai adalah etika dalam berkomunikasi. Etika komunikasi sendiri merupakan bagian dari etika khusus karena fokus pada bagian tertentu dalam kehidupan manusia. Etika ini mencakup nilai dan norma yang menjadi pedoman manusia dalam menjalin komunikasi dengan orang lain. Etika komunikasi dapat menilai mana tindakan komunikasi yang sesuai dengan nilai dan norma tersebut.

Jadi, komunikasi merupakan hal penting yang berkaitan erta dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk paham tentang etika berkomunikasi supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman, perselisihan, dan lainnya yang kerap terjadi pada kualitas komunikasi yang buruk. Di bawah ini adalah beberapa etika dalam berkomunikasi yang dapat Anda gunakan dalam aktivitas sehari-hari.

  1. Memulai Pembicaraan

Dalam beberapa kesempatan, Anda akan berhadapan dengan keadaan yang mengharuskan untuk memulai pembicaraan. Nah, pada saat Anda akan memulainya, pastikan jika Anda melihat keadaan lawan bicara. Apabila lawan bicara terlihat sedang sibuk, maka Anda bisa mengajaknya bicara lain kali supaya tidak mengganggu orang tersebut. Selain itu, Anda juga harus bersikap raman dan sopan dengan cara mengajukan pertanyaan ringan, seperti menanyakan kabar, kesibukan saat ini, dan semacamnya.

  1. Komunikasi Tatap Muka

Setiap harinya Anda pasti melakukan komunikasi tatap muka. Tentunya terdapat etika yang harus Anda perhatikan ketika berkomunikasi dengan lawan bicara supaya ia tidak merasa terganggu. Pertama adalah dengan menatap mata lawan bicara supaya orang tersebut merasa diperhatikan oleh Anda. Kemudian Anda harus menjaga intonasi serta kecepatan bicara agar lawan bicara bisa memahami apa yang Anda katakan. Sesekali Anda juga dapat mengajukan pertanyaan supaya terjalin komunikasi dua arah.

  1. Komunikasi Melalui Media

Perkembangan teknologi saat ini memudahkan kita untuk berkomunikasi melalui media. Namun, tentu saja ada etika yang harus jaga dalam melakukan komunikasi melalui media, seperti memperhatikan gaya penulisan dan tanda bacanya. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahpahaman yang kerap terjadi pada komunikasi melalui pesan singkat. Apabila Anda berkomunikasi via telepon, maka Anda harus menggunakan intonasi yang tepat.

Tidak hanya itu saja, Anda juga dapat berpikir terlebih dahulu sebelum menulis pesan yang ingin dikirimkan kepada lawan bicara. Dengan begitu, maka Anda dapat menyortir kalimat yang tidak sesuai dan juga memperbaiki gaya penulisan yang keliru. Anda tidak perlu merasa terburu-buru karena berkomunikasi melalui pesan singkat memang membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan komunikasi tatap muka.

Itulah penjelasan mengenai pengertian etika komunikasi, jenis etika, aliran etika, dan juga etika dalam berkomunikasi yang bisa Anda pelajari agar kemampuan berkomunikasi Anda dapat meningkat. Dengan begitu, maka Anda dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman yang sering terjadi saat menjalin komunikasi.

You May Also Like

About the Author: Mike

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *