Pengertian Konsultasi, Proses, dan Tahap Konsultasi

Sering kali dalam memutuskan suatu permasalahan atau hal lainnya kita membutuhkan bantuan maupun saran dari orang lain supaya keputusan yang diambil dapat lebih sesuai. Hal inilah yang membuat banyak orang memilih berkonsultasi dengan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah mereka. Jadi, tidak heran jika sekarang ini ada banyak sekali jasa konsultasi yang bertujuan membantu menyelesaikan masalah klien dengan berbagai persoalan.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan konsultasi? Secara umum, konsultasi dapat dikatakan sebagai suatu proses memberikan bantuan pada seseorang yang dilakukan oleh para ahli dan paham bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan tepat. Berdasarkan pengertian konsultasi tersebut, maka tidak heran jika jasa konsultasi sekarang ini banyak diminati dan dicari oleh orang-orang yang memiliki masalah. Apalagi bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dan kerap mengalami masalah yang cukup berat.

pengertian konsultasi

Pengertian Konsultasi Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pengertian konsultasi yang dikemukakan oleh para ahli, berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Menurut Dougherty, konsultasi adalah suatu proses yang melibatkan tiga pihak, yakni konsultee, konselor, dan juga pihak ketiga yang merupakan bagian dari komponen layanan konsultasi.
  2. Menurut Marsudi, konsultasi merupakan proses pemberian bantuan dengan tujuan mengatasi masalah klien yang dilakukan secara tidak langsung.
  3. Menurut Watson, konsultasi merupakan sebuah layanan yang dibuat untuk mengembangkan hubungan kerja sama antara klien dengan konselor.
  4. Menurut Zins, konsultasi merupakan proses yang didasarkan pada karakteristik hubungan beberapa pihak yang ditandai dengan adanya rasa saling percaya serta komunikasi yang terbuka untuk mengidentifikasi suatu masalah dan memecahkan masalah tersebut.
  5. Menurut Audit Commission, konsultasi merupakan proses dialog yang dilakukan beberapa pihak untuk menghasilkan sebuah keputusan.

Proses Konsultasi

Terdapat proses yang harus dilakukan pada saat melakukan konsultasi. Hal tersebut dilakukan agar pemecahan masalah dan pemberian solusi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tepat. Berikut ini adalah proses-proses konsultasi.

  1. Provision, artinya konsultan dapat memberikan layanan secara langsung kepada konsultee yang tidak memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalahnya. Nantinya konsultan akan memberi solusi dan pihak konsultee bisa menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  2. Prescription, artinya konsultan akan memberik nasehat kepada konsultee, tetapi tidak ikuta serta dalam proses penyelesaian masalah yang dialami konsultee.
  3. Mediation, artinya konsultan akan berperan sebagai pihak mediator pada saat proses penyelesaian masalah konsultee.
  4. Collaboration, artinya konsultan dan konsultee akan bekerja sama mencari solusi guna menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

Tahap-Tahap Pelaksanaan Konsultasi

Sebelum melakukan proses konsultasi, sebelumnya konsultan akan melakukan tahap-tahap pra konsultasi untuk mempermudah mereka dalam memecahkan masalah klien. Di bawah ini adalah Sembilan tahap pelaksanaan konsultasi.

  • Pra Entry

Pada tahap ini, konsultan akan menjelaskan tentang kemampuan dan keterampilan konsultan dalam menangani masalah klien. Konsultan juga akan menjelaskan tentan nilai-nilai kebutuhan dan tujuan individu maupun organisasi konsultasi itu sendiri.

  • Entry

Konsultee akan mengungkapkan masalah yang sedang dihadapi dan nantinya konsultan akan menetapkan langkah apa yang harus dilakukan.

  • Gathering Information

Setelah dua tahap sebelumnya, konsultan akan mulai mengumpulkan informasi dengan berbagai cara, seperti interview, observasi, pertemuan kelompok, memberikan pernyataan, dan lain sebagainya.

  • Defining Problem

kemudian konsultan dapat mulai merumuskan masalah yang nantinya digunakan dalam menentukan tujuan dari pemecahan masalah tersebut.

  • Determining Problem Solution

Informasi yang diperolah akan dianalisis guna menemukan pemecahan masalah yang dinilai paling efektif bagi klien.

  • Stating Objectives

Hasil dari analisis informasi akan diukur pada perioded an kondisi tertentu. Kehadiran faktor-faktor lain juga bisa menjadi pertimbangan supaya tujuan yang dibuat dapat tercapai.

  • Implementing The Plan

Rencana yang sudah dibuat dapat diimplementasikan dengan cara mengikuti pedoman yang ada supaya hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

  • Evaluation

Berbagai aktivitas yang sedang berjalan harus dievaluasi dan dimonitor karena hal tersebut dibutuhkan untuk mengevaluasi aktivitas si konsultan.

  • Termination

Pada tahap termination, kontak langsung antara konsultee dan konsultan akan berhenti. Namun, pengaruh dari proses yang dijalani diharapkan dapat tetap berlanjut.

Perbedaan Konsultasi dan Konseling

Sering kali orang-orang salah pemahaman antara konsultasi dengan konseling. Meskipun terlihat sama, namun keduanya adalah dua hal yang berbeda. Model layanan konsultasi bersifat segitiga yang melibatkan tiga pihak, yakni konselor, konsultee, dan orang ketiga. Model tersebut dikenal dengan sebutan triadic model. Sedangkan model layanan konseling adalah suatu hubungan komunikasi dua arah, yaitu konsultee dan konselor. Mode layanan ini disebut dengan dyadic model.

Berikut ini adalah perbedaan layanan konsultasi dan konseling yang dapat Anda ketahui.

Konsultasi

  • Konsultasi berhubungan dengan usaha memberikan informasi dan pengumpulan data klien serta lebih fokus pada fungsi pencegahan.
  • Konsultasi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang dewasa kepada individu yang membutuhkan pelayanan konsultasi.
  • Dilihat dari tujuannya, konsultasi adalah badan pelayanan khusus yang terstruktur guna menunjang perkembangan klien secara lebih optimal.

Konseling

  • Konseling merupakan bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konsultee dan dilakukan melalui pertemuan tatap muka.
  • Konseling hanya bisa dilakukan oleh para tenaga terlatih dan terdidik. Hal ini karena kegiatan konseling sangat khas. Jadi, tidak semua orang bisa melakukan layanan konsultasi.
  • Dilihat dari tujuannya, konseling adalah usaha seseorang dalam memberikan bantuan kepada pihak lain, baik perorangan maupun kelompok.

Tujuan Konsultasi

Menurut Profesor Turner dalam artikelnya yang berjudul “Consulting is more than giving advice”, terdapat delapan tujuan konsultasi yang wajib Anda ketahui sebagai berikut.

  1. Memberi informasi yang diminta oleh klien;
  2. Memberi solusi untuk memecahkan suatu masalah;
  3. Melakukan diagnosis guna mendefinisikan masalah yang dihadapi klien;
  4. Memberi rekomendasi;
  5. Membantu implementasi penyelesaian masalah dengan berbagai pendekatan;
  6. Membangun consensus dan komitmen;
  7. Memfasilitasi pembelajaran klien;
  8. Meningkatkan efektivitas organisasi.

Layanan Konsultasi

Layanan konsultasi merupakan suatu layanan konseling yang dilakukan oleh seorang konselor sebagai pihak konsultan kepada konsultee, baik perorangan maupun kelompok. Tujuannya adalah untuk mendapatkan wawasan, cara-cara, dan pemahaman tertentu yang harus dilaksanakan konsultee dalam rangka membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi konsultee. Secara umum, layanan konsultasi dapat dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap konsultasi dan tahap penanganan.

Tahap konsultasi merupakan tahap yang dilakukan oleh seorang konselor kepada konsultee, sedangkan tahap penanganan merupakan tahap yang dilakukan konsultee kepada pihak ketiga.

Demikian penjelasan mengenai pengertian konsultasi menurut para ahli, proses konsultasi, tahap pelaksanaan konsultasi, perbedaan konsultasi dan konseling, tujuan konsultasi, dan juga layanan konsultasi. Berdasarkan penjelasan di atas, tentunya Anda dapat lebih paham dan mengerti apa itu konsultasi. Jadi, Anda tidak lagi keliru dan salah persepsi mengenai konsultasi dan konseling. Jadi, pastikan Anda memahami penjelasan tersebut dengan seksama, ya.

You May Also Like

About the Author: Mike

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *