Peranan Manusia Dalam Ekosistem dan Lingkungan

Manusia merupakan salah satu makhluk tuhan yang diberikan akal sehat. Oleh karena itu, manusia dianggap sebagai makluk tuhan yang paling sempurna. Manusia juga merupakan salah satu makhluk hidup yang harus berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, manusia yang ada di bumi ini selayaknya juga harus menjaga kelestarian alam sekitar agar tidak rusak. Jadi, tidak hanya memanfaatkannya untuk keperluan hidupnya saja, tapi juga harus menjaganya.

Manusia juga sangat bergantung pada lingkungannya. Manusia bersama organisme lain saling bergantung dalam lingkungannya ini merupakan suatu ekosistem.

peranan manusia dalam ekosistem

Apa Saja Peranan Manusia Dalam Ekosistem

Peranan manusia dalam ekosistem lingkungan sekitarnya semakin lama semakin banyak dan beraneka ragam. Hal inilah yang mengakibatkan kualitas lingkungan semakin menurun.Hal ini dikarenakan kerusakan atau pencemaran lingkungan. Namun, apakah Anda tahu apa saja permasahan-permasalahan yang timbul antara manusia dan lingkungan sekitar? Masalah-masalah yang timbul antara manusia dan lingkunganakan timbul apabila manusia tidak dapat menjaga keseimbangan alam, seperti:

  • Masalah erosi dan banjir

Erosi merupakan gejala alamiah dan seringkali juga disebut sebagai erosi geologi. Peristiwa erosi ini terjadi secara perlahan. Terutama terjadi dengan bantuan media air sungai yang mengikis dasar dan tepi sungai. Namun, peristiwa erosi ini juga bisa terjadi secara cepat. Peristiwa erosi yang dipercepat ini karena adanya penggunaan tanah yang tidak tepat oleh manusia.

  • Pencemaran lingkungan

Terdapat beraneka ragam permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Pencemaran lingkungan tersebut juga terjadi dari awal permasalahan yang berbeda-beda. Misalnya, pencemaran tanah. Pencemaran tanah ini diakibatkan oleh sampah-sampah insutri pertanian yang mempergunakan pupuk buatan. Sampah-sampah tersebut adalah bahan-bahan kimia yang bila terkumpul dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kehidupan para pepohonan tumbuh dan berkembang biak.

Selain itu, bagi hewan dan manusia, tanah yang memiliki jumlah nitrat yang berlebihan akan menjadi racun. Kemudian, tedapat juga pencemaran air.bahan-bahan pencemaran dapat tercampur dengan air dalam banyak cara. Mulai dari cara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, melalui pembuangan ilmiah, pabrik, terkena pestisida yang digunakan dalam dunia pertanian oleh manusia. Selain pencemaran tanah dan air, juga terdapat pencemaran udara dan juga pencemaran suara.

Nah karena permasalah-permasalahan tersebut maka timbulah istilah peranan manusia dalam ekosistem. Peranan manusia dalam ekosistem diantaranya adalah:

Manusia sebagai organisme yang dominan

Peranan manusia dalam ekosistem yang pertama yaitu manusia sebagai organisme yang dominan. Di sini manusia memiliki peranan yang penting dalam biosfer. Lingkungan hidup manusia terdiri dari 2 lingkungan. Kedua lingkungan tersebut yaitu lingkungan biotik dan juga lingkungan nonbiotik. Hal ini bisa diartika bahwa lingkungan hidup manusia tidak hanya ditentukan oleh benda hidup saja. Tetapi juga oleh hal-hal yang bersifat tidak hidup.

Jadi, dalam kesatuan ekosistem, kedudukan manusia yaitu sebagai bagian dari unsur lain yang erat kaitannya dan tergantung pada kelestarian ekosistem. Di sini, manusia harus dapat menjaga keserasian hubungan timbal balik dengan lingkungannya. Hal ini dikarenakan agar keseimbangan ekosistem yang ada di bumi ini tidak terganggu.

Manusia sebagai perusak lingkungan

Peranan mausia dalam ekosistem selanjutnya yaitu manusia sebagai perusak lingkungan. Apabila manusia disini mengusahakan sember daya alah hanya belandaskan untuk keperluan jangka pendek agar dapat memanfaatkan alam sebanyak mungkin dengan modal seminim mungkin dalam waktu yang singkat. Hal inilah yang memakmurkan diri sendiri namun menyengsarakan generasi penerusnya. Misalnya, muculnya detorai lingkungan atau merusutnya kualitas lingkungan.

Detorasi lingkungan tersebut mengakibatkan alam atau lingkungan tidak mampu memberikan kehidupan bagi manusia. Bahkan munculnya bencana alam yang selalu mengancam kehidupan.

Manusia sebagai pembuat alat

Peranan manusia dalam ekosistem yang ketiga yaitu manusia sebagai pembuat alat. Kemampuan membuat alat ini erat hubungannya dengan sifat tegak manusia yang memungkinkan manusia bebas menggunakan tangan manusia itu sendiri. Selain itu, kemampuan membuat alat ini juga erat dengan kemampuan penglihatan, kecekatan, dan kemampuan penalan otak maunisa itu sendiri. Oleh karena itu, manusia disini menjadi dominan dalam ekosistem berkat kemampuan dan menggunakan alat.

Manusia disini merupakan organisme yang membudidayakan makanan. Jadi, di sini manusia menanam serta memetik hasil panen tanaman atau tumbuhan yang telah dia tanam sebelumnya. Dengan demikian, terbentuklah ekosistem buatan yang dibuatkan oleh manusia.

Manusia sebagai sebab evolusi

Peranan manusia dalam ekosistem yang terakhir yaitu manusia sebagai sebab evolusi. Pesatnya perkembangan illmu pengetahuan merupakan penyebab utama dalam proses evolusi organik. Pada dasarnya, evolusi ilmiah ini berlangsung sangat lambat. Namun perusakan alam oleh manusia baik disengaja maupun tidak disengaja dapat mempercepat evolusi ilmiah tersebut. Hal inilah yang mengakibatkan menurunnya jumlah prganisme tertentu bahkan ada pula beberapa yang punah.

Namun, ada juga beberapa organisme jenis tertentu yang jumlahnya meningkat dengan pesat terutama varietasnya. Semua ini terjadi karena akibat dari adanya intervensi manusia. Cara manusia mempercepat evolusi ini adalah dengan membudidayakan hewan dan tumbuhan, menciptakan habitat baru, serta penyebaran hewan dan tumbuh-tumbuhan. Hingga sekarang, manusia masih terus mengusahakan varietas baru yang nantinya akan memenuhi kebutuhan manusia yang ada di bumi.

Usaha Mengatasi Berbagai Permasalahan Lingkungan

Nah, setalah Anda tahu permasalahan-permasalahan antara manusia dan alam dan permasalahan tersebut ulah tangan manusia itu sendiri. Lalu bagaiman memperbaiki atau mengatasi permasalahan lingkungan tersebut? Permasalahan tersebut bisa dilakukan dengan cara mengolah lingkungan hidup. Pengolahan lingkungan hidup merupakan usaha untuk memelihara atau memperbaiki untuk lingkungan. Hal ini dilakukan agar kebutuhan dasar manusia itu sendiri dapat terpenuhi dengan sebaik-bainya.

Terdapat beberapa hal yang terkait dengan kegiatan ini, seperti domestikasi, citra lingkungan kearifan ekologi, cagar alam, cagar budaya, cagar biosfir, dan taman nasional. Domestikasi sendiri merupakan pemeliharaan tumbuhan dan hewan liar. Sedangkan cagar alam adalah sebidang lahan yang dijaga untuk melindungi flora dan fauna yang ada di bumi.

Ciri-Ciri Bio-Ekosistem

Menurut konsep bio-ekosistem, dikatakan bahwa manusia dan makhluk lain di alam ini memiliki kedudukan dan fungsi yang sama. Lalu bagaimanakan ciri-ciri pokok dari suatu bio-ekosistem? Ciri-ciri pokok dari suatu bio-ekosistem yang pertama yaitu kelompok makhluk hidup akan melakukan peran dan fungsinya masing-masing dalam pengaturan rumah tangga lingkungan.

Kemudian, yang kedua yaitu komponen lingkungan yang terdiri dari berbagai kesatuan lingkungan dengan unsur-unsur ruang dan struktur masing-masing akan ikut serta mempengaruhi jalannya proses rumah tangga lingkungan. Yang terakhir yaitu kesatuan makhluk hidup serta lingkunggan dengan kemampuan masih-masing akan bergerak kea rah tercapainya keseimbangan ekologi.

Setelah manusia sendiri sadar akan kedudukannya sebagai bagian dari ekosistem dan tahu bahwa hakekat kehidupan serta kelangsungan keberedaan manusia itu sendiri sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan habitat sekitar. Kemudian, bergantung pada sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Hal inilah yang membuat manusia harus berusaha untuk mulai menjaga dan memperhatikan keseimbangan ekologis agar tidak goncang ataupun rusak.

You May Also Like

About the Author: Mike

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *