Sejarah Lengkap Seni Rupa di Negara Indonesia

Seni merupakan salah satu aspek terpenting dalam hidup manusia. Tanpa adanya seni maka hidup manusia tidak berarti dan tidak ada. Keberadaan seni menggambarkan bahwa manusia itu ada dan berpikir, karena “Aku berpikir maka aku ada”.

sejarah Seni Rupa

Banyak sekali wujud atau pengelompokan seni. Ada seni musik, seni tari, hingga seni rupa. Seperti yang telah kita ketahui bahwa seni merupakan suatu cipta, rasa, dan karsa.

Sedangkan seni rupa merupakan suatu seni yang diinterpretasikan dalam bentuk karya seni visual. Biasanya menggunakan media yang dapat diraba maupun dilihat. Akan tetapi hal yang paling penting adalah berbicara mengenai nilai estetika seni rupa tersebut.

Sejarah Seni Rupa

Berbicara mengenai seni rupa, apakah kalian pernah melihat bangunan seperti Candi Borobudur? Taj mahal ? atau Tembok Besar China? Yap, seperti itulah bentuk nyata dari seni rupa. Tidak hanya sekedar berbentuk bangunan akan tetapi juga bisa dalam bentuk artefak (kebendaan) seperti patung, atau lukisan.

Pada umumnya, seni rupa ini berasal dari daratan Eropa yaitu tepatnya pada periode Acheulian yang ditandai dengan adanya patung Venus dari Barekhat Ram dan dari Tan – Tan.

Kesenian seni rupa sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani kuno, akan tetapi pada abad pertengahan sempat meredup karena aturan gereja yang sangat kental, dan kemudian mulai berkembang lagi ketika zaman Renaissance. Pada zaman inilah semua yang berprofesi sebagai seniman derajatnya lebih terangkat.

Di Eropa sendiri pada abad ke 16 didirikan sekolah seni yaitu Accademia di San Luca (Akademi Seni Rupa Roma) dan Accademia dell’Arte del Disegno (Academy of the Art of Design di Florence). Walaupun masih berbasis tradisional, akan tetapi sekolah ini sudah mengajarkan materi mengenai pesan, komposisi, warna, hingga bentuk.

Seni rupa sendiri dibagi menjadi 2 kelompok yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni terdiri dari seni grafis, film, fotografi, koreografi, patung, dan pertunjukan. Sedangkan seni rupa terapan terdiri dari desain grafis, interior, rotan, batik, keramik, busana, hingga arsitektur.

Dalam sejarahnya di Indonesia sendiri dibagi menjadi beberapa periode zaman yaitu zaman Prasejarah, Hindu – Buddha, Islam, hingga modern.

Seni Rupa Zaman Prasejarah

Pada zaman ini dibagi lagi menjadi 2 periode yaitu zaman batu dan perunggu. Hal ini bisa dibuktikan dari adanya penemuan lukisan – lukisan pada dinding gua-gua contohnya di  Kepulauan Kei dan Seram hingga di Sulawesi Selatan. Di sana terdapat lukisan babi hutan dan cap tangan. Selain itu juga muncul beberapa artefak tinggalan seperti perkakas hingga tempat beribadah.

Pada periode perunggu, artefak semakin banyak diproduksi seperti moko, nekara, perhiasan hingga perkakas dari perunggu.

Pada periode ini memiliki ciri – ciri cenderung menggunakan motif flora dan fauna karena memang memiliki basic budaya agraris. Selain itu juga menampilkan bentuk ornamen geometri dan penggunaan warna dasar yang sesuai dengan lingkungan serta kepercayaan pada saat itu juga.

Seni Rupa Zaman Hindu – Buddha

Pada zaman ini bukti arkeologi dari bebatuan banyak ditemukan sebagai bukti adanya kehidupan pada zaman Hindu Buddha di Indonesia. Prasasti dari kerajaan Kutai yang bertuliskan tahun 4M menjadi prasasti tertua di Indonesia. Tidak hanya Kutai, akan tetapi masih banyak prasasti dari kerajaan lain seperti kerajaan Tarumanegara yang meninggalkan prasasti seperti prasasti Ciareuten.

Karya seni yang paling terkenal adalah Kalamakara, Swastika, Kinnara hingga Candi seperti Candi Borobudur maupun Candi Prambanan. Masing – masing agama memiliki ciri khas bangunan masing – masing.

Agama Hindu dengan ciri khas bangunan yang memiliki gaya yang mirip dengan India Selatan dan agama Buddha yang memiliki ciri khas tingkatan dan berbeda dari bangunan gaya Hindu.

Seni Rupa Zaman Islam

Masuknya seni rupa pada zaman Islam ditandai dengan adanya akulturasi hingga asimilasi budaya yang dilakukan dengan para pedagang Islam yang berasal dari India hingga Arab. Motif – motif tumbuhan lebih digaungkan daripada motif hewan karena menyesuaikan dengan syariat Islam.

Motif tersebut dapat dijumpai pada makam, masjid, musholla, arsitektur masjid dan musholla, kaligrafi, lukisan, hingga batik.

Seni Rupa Zaman Modern

Pada periode ini yang membawa kesenian tersebut adalah bangsa Belanda. Pada zaman ini juga dibagi dalam beberapa periode yaitu perintis, jelita, persagi, kependudukan Jepang, Akademi hingga periode Seni Rupa Baru.

 Ada beberapa karya penting yang masih bisa dijumpai hingga saat ini, yaitu sebagai berikut :

  • Lukisan Pelabuhan Ratu oleh Pringadi
  • Lukisan pemandangan, Gadis sederhana, Pantai Flores, Gadis Bali oleh Basuki Abdullah.
  • Lukisan Pemandangan di sekitar Gn. Merapi, Pemandangan di Jawa Tengah, Dataran Tinggi di Bandung oleh Abdullah SR.
  • Lukisan Di depan kelambu terbuka, Cap Go Meh, Jongkatan dan Bunga kamboja oleh Sudjojono.
  • Pada tahun 1974an muncullah kelompok seni lukis yang memiliki konsep sebagai berikut :
  • Eksperimental
  • Tidak mengkotak kotakkan disiplin seni
  • Menghilangkan sifat eksklusif dalam seni
  • Harus mendambakan suatu kreatifitas baru
  • Membebaskan diri dari suatu batasan – batasan.

Sejarah Seni Rupa yang berlangsung di Negara Indonesia pada artikel ini semoga dapat menambah wawasan kita dalam dunia seni terutama.

Karena seni tidak hanya menghasilkan suatu karya, akan tetapi juga harus tau bagaimana asal muasal dan memaknai seni itu sendiri. Seni memang sifatnya subjektif, akan tetapi juga perlu diketahui nilai estetik apa yang terkandung di dalamnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here